Sabtu, 16 Desember 2017 - 14:14 WIB

Oh, Kamu Ketahuan...

Oleh : Indah Pratiwi | Selasa, 13 Juni 2017 | 03:01 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.com - Andai kata baru kali ini DPR bersikap keras terhadap KPK, kita barangkali mudah percaya dengan niat baik DPR. Mungkin sedikit saja yang meragukan motif Panitia Angket DPR terhadap KPK benar-benar sebagai alat kontrol legislatif. Namun, publik paham bagaimana hubungan DPR dan KPK selama ini. Jadi, kita tak mudah teperdaya.

Sulit untuk mengatakan tidak ada gerakan pelemahan KPK di DPR. Soalnya, sejak DPR periode 2009-2014, agenda pelemahan KPK terdengar santer. Paling kentara adalah wacana revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK. Menurut catatan Indonesia Corruption Watch (ICW), wacana revisi UU KPK itu diembuskan sejak tujuh tahun lalu.

Baca Juga: Menantikan Sikap Presiden Ketika KPK Ingin Mulai Padam

Setelah Komisi Hukum DPR mewacanakan revisi UU KPK pada Oktober 2010, lalu dilanjut dengan pengajuan usulan Rancangan UU (RUU) KPK pada awal 2011. Bahkan, revisi UU KPK itu masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) prioritas tahun itu juga di antara target legislasi 70 RUU. Dalam perkara wacana revisi UU KPK ini, DPR dan publik selalu bersimpang jalan. DPR ngotot ingin merevisi UU KPK.

Sebaliknya, publik ogah, tidak mau UU itu diubah. Begitulah hubungan rakyat dan wakilnya. Begitu isu revisi mencuat, publik bereaksi keras. Bayangkan, beberapa hal krusial yang menjadi senjata pamungkas KPK dalam menjerat koruptor hendak direvisi. Misalnya, wewenang penyadapan, kewenangan penyitaan dan penggeledahan, surat perintah penghentian penyidikan (SP3), kewenangan KPK merekrut penyidik dan penuntut, laporan harta kekayaan penyelenggara negara.

Baca Juga: 4 Rahasia Konflik Kepentingan Dibalik Terbentuknya Pansus Hak Angket KPK

Bayangkan kalau wewenang penyadapan ditiadakan, KPK pasti tidak bertaji. Barangkali tak ada koruptor yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT). Awal Februari 2012, beredar naskah revisi UU KPK, diduga berasal dari Badan Legislasi. Ada poin-poin hilang, yakni wewenang penuntutan hilang, penyadapan harus izin ketua pengadilan, pembentukan dewan pengawas, penanganan kasus korupsi di atas Rp 5 miliar.

Saat itu ada tujuh fraksi (Demokrat, Golkar, PAN, PKB, PPP, Gerindra, dan Hanura) setuju revisi UU, tetapi mentah tak berkelanjutan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan revisi UU belum tepat saatnya. SBY mendukung KPK. Pada Oktober 2012, SBY menyatakan lebih baik meningkatkan upaya pemberantasan korupsi ketimbang menguras energi hanya untuk melakukan revisi.

Seminggu setelah pernyataan SBY itu, Panitia Kerja (Panja) Revisi UU KPK pun menghentikan pembahasan revisi UU tersebut. Semua fraksi pun menolak revisi. Pada 2014, DPR periode 2009-2014 boleh berganti, tetapi isu revisi UU KPK tetap langgeng. Rupanya DPR militan soal ini. Agenda revisi UU KPK pun diwariskan kepada DPR periode 2014-2019.

Empat bulan setelah Presiden Joko Widodo dilantik, isu revisi UU KPK muncul lagi. Tercantum Surat Keputusan DPR tentang Program Legislasi Nasional 2015-2019 dan Program Legislasi Nasional RUU Prioritas Tahun 2015 yang diteken Ketua DPR Setya Novanto. Jokowi kemudian membatalkan rencana pemerintah membahas revisi UU KPK dalam Prolegnas 2015 pada 19 Juni 2015.

”Presiden tegaskan tidak ada niatan untuk melakukan revisi tentang UU KPK. Itu masuk dalam inisiatif DPR. Karena masuk inisiatif DPR, pemerintah enggak bisa ngapa-ngapain,” kata Menteri Sekretaris Negara Pratikno kala itu.

Wacana revisi UU KPK ini simpang siur. DPR menuding pemerintah yang berinisiatif lewat Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. Karena itu, DPR sepakat revisi UU itu dimasukkan ke dalam Prolegnas prioritas 2015. Kini, DPR pun membentuk Panitia Angket DPR terhadap KPK. Tujuh fraksi (PDI-P, Golkar, Gerindra, PAN, PPP, Nasdem, Hanura) mengirimkan wakilnya.

Baca Juga: KPK "Sok Profesional", Tapi Kenyataannya?

Mungkin ini pukulan balik. Sebab, DPR tampaknya lembaga paling sering diobok-obok KPK. Kasus-kasus besar korupsi hampir selalu berhulu di DPR. Paling aktual adalah megakorupsi KTP elektronik (KTP-el). Pada 2016, Ketua KPK Agus Rahardjo mengungkapkan, anggota DPR dan DPRD yang diciduk KPK sebanyak 119 orang. Nah, dalam kasus KTP-el, Agun Gunanjar Sudarsa (Golkar) yang kini Ketua Panitia Angket DPR terhadap KPK pernah disebut dalam dakwaan kasus korupsi KTP-el untuk terdakwa Irman dan Sugiharto.

Agun membantah akan terjadi konflik kepentingan, tetapi ini sebetulnya seperti sengaja saling dihadapkan (vis-a-vis). Sejumlah anggota panitia angket pernah disebut penyidik KPK di persidangan menekan Miryam S Haryani (Hanura), tersangka keterangan palsu kasus KTP-el. Jadi, motifnya bisa terbacalah. Jangan-jangan ini persoalan ”adu cepat”.

Baca Juga: KPK Menolak "Diawasi", Apakah Ada Kepentingan Tertentu di Internal KPK?

Daripada terjaring KPK, lebih baik gertak duluan. Boleh jadi banyak anggota DPR dilanda ketakutan. ”Kekuasaan itu tidak korup. Justru ketakutan yang korup, ketakutan akan kehilangan kekuasaan,” ujar penerima hadiah Nobel Sastra 1962, John Steinbeck (1902-1968).

Kalau begitu, benarkah revisi UU akan memperkuat KPK seperti omongan para anggota DPR? Jadi, teringat (meminjam) lirik lagu ”Ketahuan” Matta Band yang ngehit beberapa tahun lalu: ”Dari awal aku tak pernah percaya kata-katamu... Oo kamu ketahuan....”

 

Sumber: Kompas





#Berita Center #Berita Kriminal Indonesia #Beritacenter


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






12 menit yang lalu

Inilah 5 Fenomena Alam Terheboh Sepanjang 2017

Beritacenter.COM - Secara alamiah fenomena alam memang sering terjadi. Bahkan manusia pun sulit memprediksi datangnya..
49 menit yang lalu

20 Ribu Polisi Siap Amankan Jalannya Aksi Bela Palestina Minggu Besok

Beritacenter.com - Sebanyak 20 ribu personel polisi telah disiapkan untuk mengawal aksi damai Majelis Ulama Indonesia..
1 jam yang lalu

Tentara Zionis Israel Pukul Wanita Tua Palestina di Yerusalem

Beritacenter.com - Pasukan tentara zionis Israel memukul wajah seorang wanita tua Palestina saat demonstrasi memanas..
2 jam yang lalu

The Sacred Riana Penggila Kpop, Penampilannya Menyeramkan

Beritacenter.com - Dalam sebua akunya di Instagram The Sacred Riana dibanjiri ribuan netizen yang penasaran dengan..
3 jam yang lalu

Pemakaman KH Hamam Ghozali Dihadiri Kapolres Nganjuk dan Para Ulama

Pelepasan pemakaman diawali kata-kata ahir perpisahan mau di kebumikan, KH Hasan Bisri dalam sambutannya..
3 jam yang lalu

NASA Tangkap Suara Aneh Dari Batuan di Luar Angkasa

Beritacenter.com - Para ilmuwan NASA berusaha mendengarkan sinyal dari batuan antariksa, bernama ‘Oumuamua'..
3 jam yang lalu

Kapolres Cianjur Pimpin Ops Lilin Lodaya 2017 yang Amankan Puluhan Preman

Dalam razia itu, terjaring puluhan preman dan anak jalanan yang dinilai sering meresahkan masyarakat. Mereka yang..
3 jam yang lalu

Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg di Daerah Semakin Meluas

Beritacenter.com - Pertamina didesak agar segera mengatasi kelangkaan distribusi elpiji 3 kg lantaran di beberapa..
3 jam yang lalu

Dua Pegawai Damkar Diseruduk Mobil Truk

Beritacenter.com - Sebuah truk menabrak pengendara sepeda motor yang menewaskan dua pegawai Damkar Kabupaten Merangin..
5 jam yang lalu

Komplotan Jual Mobil Dengan Surat Palsu Diringkus Polisi

Beritacenter.com - Komplotan penipu dan pemalsu surat-surat kendaraan yang selama ini beraksi di Ibu Kota dibekuk..
5 jam yang lalu

Puluhan Bangunan Hancur di Tasikmalaya Akibat Gempa Bumi

Beritacenter.com - Gempa bumi yang terjadi pada Jumat(15/12) malam sekitar pukul 23.45 membuat puluhan bangunan di 20..
6 jam yang lalu

Bareskrim Tetapkan 2 Tersangka Kasus Gula Rafinasi

Beritacenter.com - Badan Reserse Kriminal (Dittipideksus Bareskrim) Polri bidang Direktorat Tindak Pidana Ekonomi..
7 jam yang lalu

Uni Eropa Yakinkan Pada Dunia Sikapnya Tak Berubah Untuk Yerusalem

Beritacenter.com - Sikap pendirian Uni Eropa (UE) tidak berubah terhadap konflik Israel-Palestina, yang mendukung..
7 jam yang lalu

Rumahmu Kotor dan Berantakan ?, Ini 6 Bahaya Kesehatan yang Mengintainya

Beritacenter.COM - Apakah anda termasuk orang yang malas membersihkan rumah ? atau kamu sebalikknya orang yang tak..
8 jam yang lalu

Kapolres Cianjur Hadiri Doa Bersama Dalam Rangka Peringatan Hari Juang Kartika 2017

Beritacenter.COM - Kapolres Cianjur, AKBP Soliyah bersama unsur Muspida menghadiri doa bersama untuk memperingati..
9 jam yang lalu

Simione Izinkan Griezmann Pergi Dari Atletico Bursa Januari Mendatang

Beritacenter.COM - Berita kepindahan Antonio Griezmann dari Atletico semakin sentar terdengar . Kabarnya Griezman..
9 jam yang lalu

Kapolres Cianjur Ungkap Peredaran Penyalahgunaan Narkoba Jenis Sabu

eritacenter.COM - Jajaran Polres Cianjur berhasil mengungkap peredaran narkoba jenis sabu - sabu di wilayah..
11 jam yang lalu

Antisipasi Adanya Korban Jiwa, Basarnas : Masyarakat Jauhi Pesisir Pantai

Beritacenter.COM - Untuk mengantisipasi adanya korban jiwa akibat gempa bumi, Basarnas Jabar kordinator Humas, Joshua..
12 jam yang lalu

Jakarta Diguncang Gempa Malam Ini

Beritacenter.COM - Gempa Bumi terjadi di wilayah Jakarta pada malam ini sekitar Pukul 23.50. WIB. Gempa dirasakan..
12 jam yang lalu

Penghina Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Medosos di Ciduk Polisi

Beritacenter.COM - Seorang perempuan bernama Siti Sundari Daranila (51) berhasil ditangkap polisi atas dugaan telah..
22 jam yang lalu

BI Sebut Inflasi Akan Tetap Terjaga Meski Harga Kebutuhan Pokok Naik di Akhir Tahun 2017

Memang di bulan Desember ini kelihatan ada kenaikan di harga beras, ada kenaikan di harga daging ayam, telur ayam
22 jam yang lalu

Polres Nganjuk Berikan Bantuan Kepada Warga Kurang Mampu

Beritacenter.com - Jajaran Polres yang langsung dipimpin Kapolres Nganjuk didampingi PJU dan anggota kepolisian..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi