Sabtu, 16 Desember 2017 - 14:17 WIB

KPK "Sok Profesional", Tapi Kenyataannya?

Dia mengungkapkan, banyak kesalahan yang dibuat KPK dalam menetapkan seseorang sebagai tersangka. Kadang penetapan itu tak disertai kecukupan alat bukti, mengacuhkan mekanisme gelar perkara, menutup diri saat hukum berproses, atau mengutamakan asumsi.

Oleh : Sari Intan Putri | Senin, 12 Juni 2017 | 15:47 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - KPK makin hari makin mlempem. Itulah gambaran KPK di mata publik saat ini. Banyak kasus yang tidak jelas ujungnya. Banyak orang yang tidak diperiksa karena punya kedudukan tinggi atau dekat dengan petinggi negara ini.

Contoh kasus yaitu kasus korupsi proyek pembangunan Sport Centre Hambalang misalnya. Dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kasus tersebut, termasuk dalam proses persidangan, nama Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dan Ani Yudhoyono sering disebut. Namun kedua orang ini tak kunjung disentuh oleh KPK.

Itu yang menjadi pertanyaan, ada apa dengan KPK? Banyak keterangan di BAP dan persidangan seperti Yulianis tapi enggak ditindaklanjuti oleh KPK.

Selama ini, KPK terkesan tebang pilih dalam menangani kasus. Namun DPR tidak bisa serta-merta melayangkan kritikan ke KPK, jika tidak ingin dihantam balik oleh masyarakat. Biarkan masyarakat membuka mata, bahwa masih banyak koruptor yang belum tersentuh KPK.

Biarlah masyarakat yang menilai. Supaya masyarakat sadar KPK bukan pemonopoli kebenaran.

Yang baru-baru ini terjadi juga tidak jauh berbeda. KPK sekali lagi tidak profesional. Mantan Ketua Partai Amanah Nasional (PAN) Amien Rais, disebut-sebut menerima dana dari alkes. Padahal, belum ada bukti apapun tentang hal itu. Spontan, kubu partai tersebut geger dengan KPK yang terkesan ceplas-ceplos.

Tidak jauh berbeda, mantan penyidik KPK Hendy F. Kurniawan juga mengungkapkan bahwa KPK sering bertindak di luar prosedur. Dia bertugas di KPK sejak 2008 dan baru berhenti Januari 2015 lalu. Sejumlah kasus korupsi sudah ditangani oleh Hendy.

Dia mengungkapkan, banyak kesalahan yang dibuat KPK dalam menetapkan seseorang sebagai tersangka. Kadang penetapan itu tak disertai kecukupan alat bukti, mengacuhkan mekanisme gelar perkara, menutup diri saat hukum berproses, atau mengutamakan asumsi.

Khusus Ketua KPK Abraham Samad, dia kerap bersikap arogan terhadap penyidik internal KPK. Yaitu penyidik dari Polri maupun yang berasal dari kejaksaan.

"Saya tidak bertujuan membela institusi Polri atau ingin menjatuhkan wibawa KPK yang telah dibentuk oleh pimpinan KPK sebelumnya. Namun apa yang saya sampaikan untuk menjelaskan kembali bahwa penegakan hukum dan proses menjalankan undang-undang itu harus lebih tinggi di atas apapun," papar Hendy Kurniawan.

"Korupsi memang harus diberantas, namun menjadikan seorang tersangka koruptor tanpa kelengkapan alat bukti dan saksi serta mengabaikan mekanisme gelar perkara tentu sesuatu yang tidak adil. Ini menyangkut hak asasi manusia. Kekisruhan yang terjadi saat ini dan yang telah berlalu itu dikarenakan adanya kesalahan mekanisme hukum yang telah dilakukan oleh KPK khususnya," tambahnya.

Diceritakan Hendy, kasus rekening gendut Komjen Budi Gunawan adalah puncak dari sejumlah kesalahan yang telah dilakukan KPK di era kepemimpinan Abraham Samad. Hal yang sama, yaitu pelanggaran mekanisme hukum telah terjadi saat menetapkan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Miranda S. Goeltom sebagai tersangka kasus pemberian cek kepada sejumlah anggota DPR. Begitu pula terhadap mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum terkait kasus Hambalang.

"Kedua tersangka yang telah ditahan itu sebenarnya banyak terjadi kejanggalan dalam mekanismenya. Pada ibu Miranda, kami telah melakukan gelar perkara oleh jaksa, penyidik dari Polri dan kejaksaan. Kami ulas secara teori dan dituangkan pada notulen yang intinya belum ditemukan dua alat bukti yang cukup untuk ditetapkan sebagai tersangka. Kemudian Miranda dan Anas diumumkan sebagai tersangka melalui media, padahal sejumlah pasal yang dikenakan itu hanya merupakan konsep atau asumsi dan diketik oleh penyidik junior. Jadi itu berupa draft, tidak melalui mekanisme gelar perkara," jelas Hendy, yang sudah mengabdi lagi di Mabes Polri.

Karena itu, Hendy mengingatkan agar ke depan KPK dapat mengutamakan prinsip kehati-hatian. Sebab, pasal 40 Undang-Undang KPK tidak memiliki kewenangan guna menghentikan perkara yang telah berlangsung jika sudah memberi status tersangka kepada seseorang.


"Saya ingatkan agar KPK hati-hati dalam menetapkan seorang sebagai tersangka. Saya sudah mengingatkan berkali-kali, namun sikap arogan yang muncul diperlihatkan seorang Abraham Samad. Karenanya, saya bersama sejumlah penyidik lain akhirnya sepakat untuk mengundurkan diri pada 27 Januari 2015 lalu," tegas Hendy.





#KPK #KPK Sok Profesional


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






15 menit yang lalu

Inilah 5 Fenomena Alam Terheboh Sepanjang 2017

Beritacenter.COM - Secara alamiah fenomena alam memang sering terjadi. Bahkan manusia pun sulit memprediksi datangnya..
52 menit yang lalu

20 Ribu Polisi Siap Amankan Jalannya Aksi Bela Palestina Minggu Besok

Beritacenter.com - Sebanyak 20 ribu personel polisi telah disiapkan untuk mengawal aksi damai Majelis Ulama Indonesia..
1 jam yang lalu

Tentara Zionis Israel Pukul Wanita Tua Palestina di Yerusalem

Beritacenter.com - Pasukan tentara zionis Israel memukul wajah seorang wanita tua Palestina saat demonstrasi memanas..
2 jam yang lalu

The Sacred Riana Penggila Kpop, Penampilannya Menyeramkan

Beritacenter.com - Dalam sebua akunya di Instagram The Sacred Riana dibanjiri ribuan netizen yang penasaran dengan..
3 jam yang lalu

Pemakaman KH Hamam Ghozali Dihadiri Kapolres Nganjuk dan Para Ulama

Pelepasan pemakaman diawali kata-kata ahir perpisahan mau di kebumikan, KH Hasan Bisri dalam sambutannya..
3 jam yang lalu

NASA Tangkap Suara Aneh Dari Batuan di Luar Angkasa

Beritacenter.com - Para ilmuwan NASA berusaha mendengarkan sinyal dari batuan antariksa, bernama ‘Oumuamua'..
3 jam yang lalu

Kapolres Cianjur Pimpin Ops Lilin Lodaya 2017 yang Amankan Puluhan Preman

Dalam razia itu, terjaring puluhan preman dan anak jalanan yang dinilai sering meresahkan masyarakat. Mereka yang..
3 jam yang lalu

Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg di Daerah Semakin Meluas

Beritacenter.com - Pertamina didesak agar segera mengatasi kelangkaan distribusi elpiji 3 kg lantaran di beberapa..
4 jam yang lalu

Dua Pegawai Damkar Diseruduk Mobil Truk

Beritacenter.com - Sebuah truk menabrak pengendara sepeda motor yang menewaskan dua pegawai Damkar Kabupaten Merangin..
5 jam yang lalu

Komplotan Jual Mobil Dengan Surat Palsu Diringkus Polisi

Beritacenter.com - Komplotan penipu dan pemalsu surat-surat kendaraan yang selama ini beraksi di Ibu Kota dibekuk..
5 jam yang lalu

Puluhan Bangunan Hancur di Tasikmalaya Akibat Gempa Bumi

Beritacenter.com - Gempa bumi yang terjadi pada Jumat(15/12) malam sekitar pukul 23.45 membuat puluhan bangunan di 20..
6 jam yang lalu

Bareskrim Tetapkan 2 Tersangka Kasus Gula Rafinasi

Beritacenter.com - Badan Reserse Kriminal (Dittipideksus Bareskrim) Polri bidang Direktorat Tindak Pidana Ekonomi..
7 jam yang lalu

Uni Eropa Yakinkan Pada Dunia Sikapnya Tak Berubah Untuk Yerusalem

Beritacenter.com - Sikap pendirian Uni Eropa (UE) tidak berubah terhadap konflik Israel-Palestina, yang mendukung..
7 jam yang lalu

Rumahmu Kotor dan Berantakan ?, Ini 6 Bahaya Kesehatan yang Mengintainya

Beritacenter.COM - Apakah anda termasuk orang yang malas membersihkan rumah ? atau kamu sebalikknya orang yang tak..
8 jam yang lalu

Kapolres Cianjur Hadiri Doa Bersama Dalam Rangka Peringatan Hari Juang Kartika 2017

Beritacenter.COM - Kapolres Cianjur, AKBP Soliyah bersama unsur Muspida menghadiri doa bersama untuk memperingati..
9 jam yang lalu

Simione Izinkan Griezmann Pergi Dari Atletico Bursa Januari Mendatang

Beritacenter.COM - Berita kepindahan Antonio Griezmann dari Atletico semakin sentar terdengar . Kabarnya Griezman..
9 jam yang lalu

Kapolres Cianjur Ungkap Peredaran Penyalahgunaan Narkoba Jenis Sabu

eritacenter.COM - Jajaran Polres Cianjur berhasil mengungkap peredaran narkoba jenis sabu - sabu di wilayah..
11 jam yang lalu

Antisipasi Adanya Korban Jiwa, Basarnas : Masyarakat Jauhi Pesisir Pantai

Beritacenter.COM - Untuk mengantisipasi adanya korban jiwa akibat gempa bumi, Basarnas Jabar kordinator Humas, Joshua..
12 jam yang lalu

Jakarta Diguncang Gempa Malam Ini

Beritacenter.COM - Gempa Bumi terjadi di wilayah Jakarta pada malam ini sekitar Pukul 23.50. WIB. Gempa dirasakan..
12 jam yang lalu

Penghina Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Medosos di Ciduk Polisi

Beritacenter.COM - Seorang perempuan bernama Siti Sundari Daranila (51) berhasil ditangkap polisi atas dugaan telah..
22 jam yang lalu

BI Sebut Inflasi Akan Tetap Terjaga Meski Harga Kebutuhan Pokok Naik di Akhir Tahun 2017

Memang di bulan Desember ini kelihatan ada kenaikan di harga beras, ada kenaikan di harga daging ayam, telur ayam
22 jam yang lalu

Polres Nganjuk Berikan Bantuan Kepada Warga Kurang Mampu

Beritacenter.com - Jajaran Polres yang langsung dipimpin Kapolres Nganjuk didampingi PJU dan anggota kepolisian..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi