Rabu, 18 Oktober 2017 - 06:46 WIB

KPK "Sok Profesional", Tapi Kenyataannya?

Dia mengungkapkan, banyak kesalahan yang dibuat KPK dalam menetapkan seseorang sebagai tersangka. Kadang penetapan itu tak disertai kecukupan alat bukti, mengacuhkan mekanisme gelar perkara, menutup diri saat hukum berproses, atau mengutamakan asumsi.

Oleh : Sari Intan Putri | Senin, 12 Juni 2017 | 15:47 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - KPK makin hari makin mlempem. Itulah gambaran KPK di mata publik saat ini. Banyak kasus yang tidak jelas ujungnya. Banyak orang yang tidak diperiksa karena punya kedudukan tinggi atau dekat dengan petinggi negara ini.

Contoh kasus yaitu kasus korupsi proyek pembangunan Sport Centre Hambalang misalnya. Dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kasus tersebut, termasuk dalam proses persidangan, nama Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dan Ani Yudhoyono sering disebut. Namun kedua orang ini tak kunjung disentuh oleh KPK.

Itu yang menjadi pertanyaan, ada apa dengan KPK? Banyak keterangan di BAP dan persidangan seperti Yulianis tapi enggak ditindaklanjuti oleh KPK.

Selama ini, KPK terkesan tebang pilih dalam menangani kasus. Namun DPR tidak bisa serta-merta melayangkan kritikan ke KPK, jika tidak ingin dihantam balik oleh masyarakat. Biarkan masyarakat membuka mata, bahwa masih banyak koruptor yang belum tersentuh KPK.

Biarlah masyarakat yang menilai. Supaya masyarakat sadar KPK bukan pemonopoli kebenaran.

Yang baru-baru ini terjadi juga tidak jauh berbeda. KPK sekali lagi tidak profesional. Mantan Ketua Partai Amanah Nasional (PAN) Amien Rais, disebut-sebut menerima dana dari alkes. Padahal, belum ada bukti apapun tentang hal itu. Spontan, kubu partai tersebut geger dengan KPK yang terkesan ceplas-ceplos.

Tidak jauh berbeda, mantan penyidik KPK Hendy F. Kurniawan juga mengungkapkan bahwa KPK sering bertindak di luar prosedur. Dia bertugas di KPK sejak 2008 dan baru berhenti Januari 2015 lalu. Sejumlah kasus korupsi sudah ditangani oleh Hendy.

Dia mengungkapkan, banyak kesalahan yang dibuat KPK dalam menetapkan seseorang sebagai tersangka. Kadang penetapan itu tak disertai kecukupan alat bukti, mengacuhkan mekanisme gelar perkara, menutup diri saat hukum berproses, atau mengutamakan asumsi.

Khusus Ketua KPK Abraham Samad, dia kerap bersikap arogan terhadap penyidik internal KPK. Yaitu penyidik dari Polri maupun yang berasal dari kejaksaan.

"Saya tidak bertujuan membela institusi Polri atau ingin menjatuhkan wibawa KPK yang telah dibentuk oleh pimpinan KPK sebelumnya. Namun apa yang saya sampaikan untuk menjelaskan kembali bahwa penegakan hukum dan proses menjalankan undang-undang itu harus lebih tinggi di atas apapun," papar Hendy Kurniawan.

"Korupsi memang harus diberantas, namun menjadikan seorang tersangka koruptor tanpa kelengkapan alat bukti dan saksi serta mengabaikan mekanisme gelar perkara tentu sesuatu yang tidak adil. Ini menyangkut hak asasi manusia. Kekisruhan yang terjadi saat ini dan yang telah berlalu itu dikarenakan adanya kesalahan mekanisme hukum yang telah dilakukan oleh KPK khususnya," tambahnya.

Diceritakan Hendy, kasus rekening gendut Komjen Budi Gunawan adalah puncak dari sejumlah kesalahan yang telah dilakukan KPK di era kepemimpinan Abraham Samad. Hal yang sama, yaitu pelanggaran mekanisme hukum telah terjadi saat menetapkan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Miranda S. Goeltom sebagai tersangka kasus pemberian cek kepada sejumlah anggota DPR. Begitu pula terhadap mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum terkait kasus Hambalang.

"Kedua tersangka yang telah ditahan itu sebenarnya banyak terjadi kejanggalan dalam mekanismenya. Pada ibu Miranda, kami telah melakukan gelar perkara oleh jaksa, penyidik dari Polri dan kejaksaan. Kami ulas secara teori dan dituangkan pada notulen yang intinya belum ditemukan dua alat bukti yang cukup untuk ditetapkan sebagai tersangka. Kemudian Miranda dan Anas diumumkan sebagai tersangka melalui media, padahal sejumlah pasal yang dikenakan itu hanya merupakan konsep atau asumsi dan diketik oleh penyidik junior. Jadi itu berupa draft, tidak melalui mekanisme gelar perkara," jelas Hendy, yang sudah mengabdi lagi di Mabes Polri.

Karena itu, Hendy mengingatkan agar ke depan KPK dapat mengutamakan prinsip kehati-hatian. Sebab, pasal 40 Undang-Undang KPK tidak memiliki kewenangan guna menghentikan perkara yang telah berlangsung jika sudah memberi status tersangka kepada seseorang.


"Saya ingatkan agar KPK hati-hati dalam menetapkan seorang sebagai tersangka. Saya sudah mengingatkan berkali-kali, namun sikap arogan yang muncul diperlihatkan seorang Abraham Samad. Karenanya, saya bersama sejumlah penyidik lain akhirnya sepakat untuk mengundurkan diri pada 27 Januari 2015 lalu," tegas Hendy.





#KPK #KPK Sok Profesional


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






News - 16 menit yang lalu

Prediksi Cuaca BMKG Untuk Jabodetabek Hari Ini

Beritacenter.com - Kondisi cuaca berdasarkan laporan situs Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)..
Ekonomi - 1 jam yang lalu

Kelangkaan Gas 'Melon' Membuat Harga Pertabung Tembus Rp30 Ribu

Beritacenter.com - Gas elpiji berukuran 3 kilogram atau dikenal gas melon mengalami kelangkaan di daerah Propinsi..
Internasional - 3 jam yang lalu

Jurnalis Pembongkar Skandal 'Panama Papers' Dibunuh Dengan Bom

Beritacenter.com - Seorang wanita jurnalis terkenal Daphne Caruana Galizia diduga dibunuh dengan menggunakan bom yang..
Kriminal - 4 jam yang lalu

Kasus Korupsi Dana Hibah Rp1,7 miliar Berhasil Dibongkar Polisi

Beritacenter.com - Kasus dugaan praktik korupsi dana hibah Pemprov Kalimantan Timur kepada Lembaga Kursus dan..
Peristiwa - 5 jam yang lalu

Warga Surabaya Dikejutkan Dengan Penemuan Benda Aneh

Beritacenter.com - Warga pantai Ria Kenjeran Surabaya dikejutkan dengan penemuan benda aneh yang dipercaya oleh warga..
Peristiwa - 6 jam yang lalu

Gunung Agung Masih Mengalami Aktivitas Yang Tinggi

Beritacenter.com - Gunung Agung sampai saat ini mengalami aktivitas yang masih tinggi. Berdasarkan laporan, Gunung..
News - 7 jam yang lalu

AHY Jenguk Ahok di Mako Brimob Banjir Pujian Netizen

Beritacenter.com - Putra mantan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono(SBY) Agus Harimurti Yudhoyono menjenguk..
Nasional - 8 jam yang lalu

Begini Kata Anies Soal Reklamasi

Beritacenter.com - Aksi unjuk rasa di depan kantor Balai Kota oleh Aliansi Korban Reklamasi menuntut kepada Gubernur..
News - 8 jam yang lalu

Polda Metro Gelar Doa Bersama Ulama, Habib Umar : Ulama dan Polisi Betugas Jaga Keamanan!

Ulama dan Polisi adalah pasukan Allah SWT yang memiliki peran dalam menjaga keamanan. Seperti ulama menjaga keamanan..
Internasional - 9 jam yang lalu

Jatuh 2 Kali Hingga Bajunya Melorot, Miss Grand Thailand Tetap Tersenyum

Beritacenter.com - Sebuah kejadian memalukan menimpa seorang wanita cantik asal Thailand, Pam Premika Pamela. Pam..
News - 9 jam yang lalu

Polisi: Kepentingan Politik Untuk Tumbangkan Pemerintah Picu Munculnya Kejahatan Hate Speech

Ujaran kebencian muncul karena ada boncengan-boncengan lain seperti politik
Kriminal - 9 jam yang lalu

Duh.. Hilangnya Kambing Misterius dengan sisa Jeroan Ternyata Terjadi Berulang Kali

Beritacenter.COM - Kasus hilangnya belasan hewan ternak kambing dengan menyisakan jeroan dikandang, di Rangkapan Jaya..
Kriminal - 10 jam yang lalu

Diajak Makan Bakso, Kayawati ini Malah Digilir 3 Pemuda di Rumah Kosong

Beritacenter.COM - Nahas nasib gadis berusia 18 tahun menjadi korban pemerkosaan oleh tiga pemuda, disebuah rumah..
Kriminal - 10 jam yang lalu

Gadis 18 Tahun Digilir 3 Orang, Satu Pelaku Ditembak Polisi

Kami sudah berikan tembakan peringatan, namun tidak digubris. Jadi terpaksa kami lakukan tembakan tegas dengan menembak kaki kanannya
Teknologi - 11 jam yang lalu

Wow, Youtuber Ini Mainkan Lagu Mario Bros Hanya Dengan Bermodalkan Kalkulator

Beritacenter.com - Kreatifitas memang tak ada batasnya, seseorang dapat menuangkan ide kreatifnya melalui berbagai..
News - 11 jam yang lalu

Rapat Bersama Komisi II DPR, PBNU : Kami Mendukung Perppu Ormas

Beritacenter.COM - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas, mengaku mendukung diterbitkannya Perppu..
Kriminal - 12 jam yang lalu

Ngeri! Belasan Ternak Kambing Hilang di Depok, Pelaku Sisakan Jeroan?

Beritacenter.com - Pencurian misterius terhadap puluhan hewan ternak kambing terjadi di wilayah Rangkapan Jaya Baru,..
News - 13 jam yang lalu

Gara-gara 'Pribumi', Anies Baswedan Dipolisikan 'Banteng'

Kami dengan semangat pemuda Indonesia, kami dari Banteng Muda Indonesia DKI Jakarta hari datang konsultasi dengan..
News - 13 jam yang lalu

Tewas Melompat di Blok M Square, Polisi Gali Motif Kematian WN Filipina

Beritacenter.COM - Pihak kepolisian masih mencari informasi kasus bunuh diri perempuan warga negara Filipina bernama..
News - 13 jam yang lalu

Djarot Tak Hadiri Pelantikan Anies-Sandi, MPR Bandingkan Dengan Sikap Foke

Kalau sekarang, misalnya Pak Djarot merasa tidak diundang padahal namanya ada dilist, ada miss ya. Tapi ini kita..
Teknologi - 14 jam yang lalu

IPhone Kembangkan Layar Lipat, Apple Gandeng LG

Beritacenter.COM - Seolah tak puas dengan iPhone X yang memiliki desain baru yang segar, Apple kabarnya akan kembali..
Bola - 14 jam yang lalu

Anies - Sandi Resmi Pimpin Jakarta, Ini Harapan Bos Persija

Beritacenter.COM - Bos besar Persija Jakarta, Gede Wiadiade menyampaikan harapannya kepada Anies dan Sandi setelah..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi