Selasa, 22 Agustus 2017 - 10:21 WIB

GP Ansor : Lawan Prilaku FPI Persekusi Orang, Kalau Dibiarkan Bisa Ngelunjak

Kalau dibiarkan mereka akan nglunjak, kalau dibiarkan saya tak bisa membayangkan apa lagi yang akan mereka lakukan, perilaku begini harus dilawan supaya mereka tak nglunjak.

Oleh : Aisyah Isyana | Jumat, 02 Juni 2017 | 02:53 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Mario dan Ibunya bersama GP Ansor

Beritacenter.COM - Beredarnya sebuah video intimidasi terhadap seorang remaja berinisial PMA oleh sejumlah oknum Front Pembela Islam (FPI) menuai kecaman berbagai pihak. Pasalanya, oknum FPI yang main hakim sendiri itu melakukan kekerasan fisik terhadap korban.

Ketua Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas sangat menyayangkan adanya tindak intimidasi tersebut. Ia mengatakan, prilaku FPI yang seperti ini tidak bisa didiamkan, harus dilawan dan dilaporkan ke pihak kepolisian.

"GP Ansor, gerakan yang berafiliasi kepada Nahdlatul Ulama, telah bertemu dengan Putra Mario Alfian dan mengadvokasi dan menguatkan psikis anak ini yang dikeroyok di tengah malam dan dipukuli," kata Yaqut seperti dilansir BBC, Kamis, 1 Juni 2017.

Hanya karena dinilai telah melecehkan Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab, bukan berarti oknum FPI bisa melakukan intimidasi, terlebih main hakim sendiri. Tampak dalam video yang kini viral di media sosial itu, salah satu oknum FPI beberapa kali menampar pipi remaja malang tersebut.

Tak hanya itu, remaja asal Cipinang Muara yang masih berusia 15 tahun itu juga diminta untuk menulis permintaan maaf yang ditandatangani diatas materai. Korban juga diminta untuk mewanti-wanti teman yang satu etnis dengannya agar tidak melakukan hal tersebut.

"Besok lu temen-teman lu yang sama etnis kayak lu, juga lu nasehati. Ini udah kejadian di gua, supaya nasibnya gak sama kaya lu. Ini mending lu gak diapa-apain, di Jakarta Barat udah gak berbentuk. Kalau FPI begini --kita pake proseduran, cuma masyarakat yang gak bisa nahan karena kenapa, Habib Rizieq Shihab bukan hanya milik FPI, punya umat Islam," ucap salah satu oknum FPI dalam video tersebut.

Yaqut mengaku salut dengan Mario yang hingga saat ini dapat tegar menerima perlakuan tersebut. Saat dalam perjalanan dari kontrakannya dan hendak dibawa kerumah RW, Mario masih tetap terlihat tegar.

"Sebenarnya sejak dari rumah dia sampai ke rumah RW sudah dipukuli, ditampar-tampar sama orang. Dia tegar, apa yang dirasakan hanya sakit sakit di badan bekas dipukul-pukul. Secara umum anak ini tegar dan anak yang biasa susah yang saya lihat." jelas Yaqut.

Mario yang berasal dari keluarga miskin itu hanya bisa pasrah saat segerombolan orang membawanya kerumah RW. "Ibunya punya anak tujuh dan janda, dan ini anak dari keluarga miskin, bagaimana ibunya mau melakukan sesuatu ketika datang serombongan orang yang berperilaku biadab seperti itu," ungkapnya.

"Setelah kejadian dan lebih mengenaskan ibu dan keluarga Mario lain diusir dari rumah kontrakannya karena yang punya rumah kontrakan takut kejadian itu akan terulang," tambahnya.

Agar kejadian serupa tidak terjadi lagi dikemudian hari, Yaqut meminta Mario dan pihak keluarga untuk melaporkan orang-orang yang sudah memukulnya ke polisi. Terlebih pihak kepolisian juga sudah mendatangi kediaman Mario dan meminta hal serupa.

"Ansor melakukan gerakan ini, dengan harapan bisa menstimulasi kelompok yang mayoritas untuk ikut bersuara, menolak perilaku seperti yang dilakukan FPI ini," tegas Yaqut.

"Kalau dibiarkan mereka akan nglunjak, kalau dibiarkan saya tak bisa membayangkan apa lagi yang akan mereka lakukan, perilaku begini harus dilawan supaya mereka tak nglunjak. Setelah ibu-ibu (dokter di Solok, Sumatra Barat), anak-anak, apa lagi, jangan-jangan nanti toko-toko, mal, apa aja mereka bisa lakukan kalau kita diamkan," tambahnya.

"Bila niat mereka tabayun atau klarifikasi, lakukan klarifikasi dengan baik dan tidak perlu dengan intimidasi...apalagi begini mereka pakai simbol dan nama Islam, FPT itu Front Pembela Islam, pakai nama Islam tapi jangan kelakuannya bikin malu umat Islam. Di Islam tidak diajarkan cara-cara intimidatif," kata Yaqut lagi.

Sejak berbagai kasus yang menyeret nama Imam Besar FPI Habib Rizieq mencuat, GP Ansor menyoroti berbagai kejadian persekusi yang dilakukan FPI. Bahkan, GP Ansor mencatat ada sebanyak 55 kejadian persekusi.

"Ada 55 kejadian beragam, ada Afi di Banyuwangi, meski tak didatangi tapi diteror melalui telepon, WhatsApp, media sosial karena karena tak setuju dengan perilaku imam FPI Rizieq Shihab," kata Yaqut.

Menanggapi kasus ini, Yaqut menghimbau dan mendorong masyarakat untuk ikut melaporkan mereka yang main hakim sendiri ke pihak kepolisian. Hal ini dilakukan untuk memberi efek jera kepada kelompok yang melakukan intimidasi.

"Ansor akan terus melakukan, kita akan menyuarakan dan mengkampanyekan, dan mengajak kelompok di masyarakat untuk berani bersuara dan jangan hanya diam,...tentu setiap kejadian dilaporkan ke kepolisian, kita jangan main hakim sendiri seperti yang mereka lakukan."

"Kita juga dorong harus ada tindakan yang memberikan efek jera kepada kelompok yang melakukan intimidasi salah satunya adalah proses hukum," tambah Yaqut.





Fokus : Persekusi


#Beritacenter #Habib Rizieq #FPI #GP Ansor #Rizieq Shihab #Persekusi #Intimidasi #FPI Main Hakim Sendiri #FPI Aniaya Anak di Bawah Umur #FPI Intimidasi Anak Di Bawah Umur


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






Peristiwa - 22 menit yang lalu

Nahas, Balita Ditemukan Tewas Didalam Gorong-gorong

Korban Wildan ini ditemukan tewas dalam gorong-gorong di siring tersebut pada Senin (21/8) pagi sekitar pukul 11.45 WIB
News - 58 menit yang lalu

Pakar Hukum Sebut Pemasang Bendera Terbalik Bisa Dipidana

Kalau di Indonesia, ada pidananya seperti mencoret-coret lambang negara atau lainnya
Kriminal - 1 jam yang lalu

Bareskrim Akan Periksa Gubernur Papua Atas Dugaan Korupsi Beasiswa

Beritacenter.com - Usai dirinya ditetapkan sebagai tersangka atas kasus tindak pidana pemilu oleh Sentra Penegakan..
Peristiwa - 2 jam yang lalu

Heboh Warga Solo Arak Bendera Malaysia Terbalik

Bangsa Indonesia kecewa banget gara-gara ulah Malaysia. Bendera kita dibalik, sekarang giliran ada orang Solo yang..
News - 2 jam yang lalu

Fahri Hamzah : Jubir KPK Diganti dengan Penyidik

Menurut Fahri, Jubir KPK hanya perlu memberi pernyataan secara hukum dan fakta, bukan bernada politis. Politikus..
Kriminal - 3 jam yang lalu

Polisi Selamatkan Korban Penculikan Sebuah Keluarga

Beritacenter.com - Polisi berhasil bongkar kasus penculikan satu keluarga asal Cikampek yang disekap di sebuah hotel..
Bola - 4 jam yang lalu

Kemana Lionel Messi Hengkang?

Kondisi tersebut tak serta merta menghilangkan gosip kepergian Lionel Messi dari tim yang telah membesarkan namanya tersebut.
Bola - 4 jam yang lalu

Manchester City Seri Melawan Everton

Beritacenter.com - Skuad Manchester City tidak berhasil meraih poin sempurna saat bertanding melawan Everton di..
News - 6 jam yang lalu

Kasus Habib Rizieq Dituangkan ke Dalam Berkas Perkara

Beritacenter.com - Polda Metro Jaya memastikan telah memeriksa Habib Rizieq Shihab di Arab Saudi terkait kasus..
Software - 6 jam yang lalu

Aplikasi WhatsApp Kembangkan Fitur Pengiriman Transfer Uang

Beritacenter.com - Aplikasi Chat Whats App merupakan aplikasi pesan singkat yang begitu populer di kalangan..
News - 7 jam yang lalu

Pansus : KPK Punya Banyak Catatan Minus

Kemudian, Pansus menilai dalam fungsi supervisi, KPK lebih cenderung menangani sendiri tanpa koordinasi. Dibandingkan..
Bola - 8 jam yang lalu

Ederson Siap Antarkan Manchester City Gelar Juara

Beritacenter.com - Kiper termahal di dunia Ederson Moraes bercita-cita ingin membawa Manchester City berhasil..
Entertainment - 8 jam yang lalu

Rahasia Kehidupan Orang Kaya yang Jarang Diketahui Orang Banyak

Di era media sosial di mana banyak orang seolah berlomba memamerkan segala hal, para super kaya ini justru..
Nasional - 9 jam yang lalu

Mantan Hakim Ungkap KPK Pernah Merekayasa Kasus

Beritacenter.com - Mantan hakim pengadilan negeri Jakarta Pusat telah melaporkan penyalahgunaan wewenang maupun..
Opini - 9 jam yang lalu

Pancasila dan Agama Harus Berdampingan

Dalam Negara NKRI fungsi seperti ini sudah teruji selama puluhan tahun. Agama bisa berkontribusi untuk mewujudkan..
Kriminal - 10 jam yang lalu

Polisi Terus Menggali Informasi Terkait Permpokan Toko Emas di Tulungagung

Polisi mengungkapkan jika Nomor Polisi Suzuki Satria Fu AG 6171 RAP yang digunakan pelaku diidentifikasi milik Ani..
Kesehatan - 10 jam yang lalu

Awas, Jangan Lukis Tato di Tangan Dengan Henna Jika Tidak Ingin Seperti Ini

Beritacenter.com - Bahaya pemakaian henna terus terjadi menimpa para pecinta lukisan tato indah di tangan. Korbannya..
Bola - 11 jam yang lalu

Pelatih Liverpool Mengagumi Setiap Anak Asuhnya tetapi Tidak Akan Memuji Secara Berlebihan

Penampilan apik Sadio Mane tersebut diharapkan terus berlanjut saat bersua Hoffenheim pada leg kedua playoff Liga..
News - 12 jam yang lalu

Polisi Rangkul 'Pak Ogah' Untuk Dilibatkan Mengatur Lalu Lintas

Beritacenter.com - Polda Metro Jaya berencana merangkul para 'Pak Ogah' untuk dilibatkan membantu mengatur lalu..
News - 12 jam yang lalu

Pansus Sudah Punya Agenda Terima Laporan Eks Hakim Syarifuddin

Kemudian di tahun 2013, PN Jakarta Selatan mengabulkan gugatan Syarifuddin. Dari putusan itu, KPK diminta membayar..
News - 12 jam yang lalu

Data Barang Sitaan KPK Tak Ada di Rupbasan, Pansus Angket : Ini Misteri..

Ini jadi misteri. Selama ini dikerjakan KPK, diadministrasikannya dimana. Sementara yang berwenang penuh hanya Rupbasan
Bola - 13 jam yang lalu

Tepis Rumor Hengkang, Zidane : Bale Bisa Jalani Musim yang Hebat Dengan Real Madrid

Beritacenter.com - Entrenador Real Madrid, Zinedine Zidane, berharap Gareth Bale bisa menjalani musim yang hebat..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi