Sunday, 18 Feb 2018
Temukan Kami di :
Internasional

Tak Perdulikan Sanksi, Korut 'Kekeuh' Lanjutkan Pengembangan Teknologi Nuklir

Adi Mulyadi - 31/05/2017 10:22

Beritacenter.com - Korea Utara bertekad akan terus mengembangkan teknologi rudal dan nuklir miliknya meski berbagai tekanan dan ancaman sanksi mengintai negara tersebut.

Hal itu menyusul adanya tekanan dari negara-negara anggota G7 yaitu Kanada, Jerman, Prancis, Italia Jepang, Britania Raya, dan Amerika Serikat (AS) yang sepakat memberikan sanksi kepada Korut untuk menghentikan program pengembangan rudal dan nuklirnya.

Bahkan Korut dalam pernyataannya menyebut bahwa AS dan negara-negara pengikutnya telah melakukan kesalahan besar jika mengira negara yang dipimpin Kim Jong-un itu akan takut dan mengambil langkah mundur.

"Sanksi dan tekanan yang meningkat justru akan semakin memicu DPRK (Republik Demokratik Korea Utara) untuk terus meningkatkan langkahnya dalam diversifikasi dan modernisasi kekuatan nuklirnya," terang pihak Korut sebagaimana dikutip dari CNN, Rabu (31/5/2017).

Korut juga menyebut bahwa sejarah telah membuktikan negara-negara G7 merupakan negara yang telah lebih dulu dan kerap menggunakan teknologi nuklir. Sehingga apa yang dilakukan oleh AS dan negara sekutunya tak lebih untuk membela diri.

"Mereka mendesak DPRK untuk membatalkan program pengembangan nuklir. Namun semua itu dimaksudkan untuk membela diri mereka. Ini seperti pihak yang salah mengajukan tuntutan terlebih dulu," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui isu pengembangan program rudal dan nuklir Korut menjadi salah satu isu utama yang dibahas dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Italia beberapa waktu lalu. Pembahasan tersebut menyusul uji coba rudal Korut yang mendarat di zona ekonomi ekslusif (ZEE) Jepang dan dianggap mengganggu lalu lintas udara serta maritim. Uji coba Korut tersebut juga dianggap telah mengancam keamanan dunia internasional.



Berita Lainnya

Penembakan Massal di Florida, 17 Orang Tewas

15/02/2018 08:34 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat