Monday, 19 Feb 2018
Temukan Kami di :
Kriminal

Usai Bongkar Makam Zikli, Polisi Tetapkan Pemilik Panti Sebagai Tersangka

Sari Intan - 31/01/2017 22:50

Beritacenter.com - Seorang balita bernama M Zikli (18 bulan) sebelumnya dikabarkan meninggal akibat demam tinggi oleh pemilik Panti Asuhan Yayasan Tunas Bangsa. Namun pihak keluarga Zikli merasa curiga hingga akhirnya melapor ke polisi agar ditelusuri apa penyebab kematian Zikli meski jasadnya telah dikuburkan.

Setelah mendapat laporan, polisi langsung bergerak dengan membongkar kembali makam Zikli di Tempat Pemakaman Umum (TPU) bersama Tim DVI Bid Dokes Polda Riau. Hasil autopsi menyebutkan, Zikli mengalami luka lecet dan memar di perut, pipi dan punggung dan resapan darah di tubuhnya sebelum meninggal dunia.

"Artinya, sebelum meninggal korban diduga mengalami penganiayaan dan luka berat oleh tersangka. Sementara baru satu tersangka, masih kita dalami lagi kasus ini," ujar Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Bimo Arianto, Selasa (31/01/2017).

Usai dilakukan otopsi terhadap jasad korban, akhirnya polisi melakukan pemeriksaan dan menetapkan Lili Rahmawati, pemilik Panti Asuhan Yayasan Tunas Bangsa, sebagai tersangka karena melakukan penganiayaan terhadap M Zikli.

"Setelah memeriksa beberapa saksi dan mengumpulkan bukti, pemilik Panti inisial L (Lili) diduga melakukan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia," ujarnya.

Akibat perbuatannya, Lili dijerat dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana yang telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dengan ancaman hukuman penjara di atas 10 tahun.



Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat