Monday, 19 Feb 2018
Temukan Kami di :
Kriminal

Narkoba Baru Terbuat Dari Korek Api

Dewi Sari - 07/01/2017 19:00

Beritacenter.com – BNN ( Badan Narkotika Nasional ) menghimbau kepada masyarakat luas agar lebih waspada terhadap anak anaknya dikarenakan adanya Narkoba berjenis baru yang terbuat dari korek api .

Menurut Yerry Pattinasarany, mantan pecandu sekaligus pengedar narkoba ada beberapa cara nya untuk membuat narkoba tersebut yaitu dengan cara Nipam* itu digerus halus, dicairkan lalu disuntikkan ke minuman ringan, susu ultra dan jajanan anak sekolah lainnya.

Pil Nipam sendiri hampir sama dengan pil BK atau obat yang sering dikonsumsi untuk mengurangi ansietas, merupakan jenis obat depresan turunan dari benzodiazepin.

Secara medis, obat-obatan depresan dikonsumsi untuk mengurangi anxietas, dan untuk membantu tidur.

Inilah jenis narkoba menggunakan korek api

Campuran-campuran barang ”berharga” yang sebenarnya bisa diperoleh dengan mudah di tukang kelontong dan barang-barang bekas atau bahkan di tempat sampah itu nyatanya sengaja dibuat biar pemakaian drugs-nya bisa lebih berat dari narkoba standard, tapi soal harga bisa jadi lebih terjangkau dari yang sudah ada.

”Pemakaiannya itu bisa kayak drugs yang berat, tapi harganya jadi ringan, karena (bahan campurannya) gampang banget didapetnya,” jelasnya lagi.

So, buat kalian yang udah tahu bahan-bahannya, siap-siap aja, narkoba bakal semakin banyak jenisnya. Dan kita bakalan capek kalo ngikutin mereka.

”Sekarang aja beredar tembakau sintetis. Wah ini menguntungkan si pengedar, karena orang-orang yang mau ngerebut pasar narkoba umum bisamelakukannya lewat tambahan hi-tech. Coba aja (jangan ditiru), beli temebakau sintetis gorila yang lagi hits itu di instagram, nggak lama ojek anterin,” jelasnya nggak bermaksud membuktikannya.

Namun lebih ke memberi tahu bahwa jenis narkoba satu itu membahayakan penggunanya, lantaran tembakau yang dijual katanya disemprot/direndem bahan-bahan campuran yang disebutin di atas.

Makanya percuma kita perangi narkoba dengan cara yang biasa, karena bakal ada lagi jenis narkoba yang baru.



Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat